Sabtu, 31 Mei 2014

Tugas kedua "pembelajaran ict dalam lingkup paud'


PEMBELAJARAN ICT DALAM LINGKUP PAUD

A.   Integrasi ICT dalam lingkup PAUD
         
          Integrasi TIK dalam proses pengajaran dan pembelajaran merupakan topik yang menarik perhatian banyak para peneliti, termasuk juga para praktisi pendidikan. Berdasarkan penggunaan TIK dapat diaplikasikan dalam tiga ruang lingkup yang berbeda yakni: kurikulum, topic, dan mata ajar. Wang dan Hoo (2007) menyebutkan bahwa integrasi TIK adalah sebuah proses yang komprehensif dalam mengaplikasikan teknologi ke dalam muatan kurikulum untuk meningkatkan proses pengajaran dan pembelajaran. Kesuksesan penggunaan TIK tidak hanya bergantung pada ketersediaan teknologi, akan tetapi juga tergantung pada cara bagaimana merancang sebuah pembeajaran berbasis TIK memenuhi unsur-unsur pedagogi. Faktor lain yang dikaji oleh Honey dan Carrigg pada tahun 2000, beberapa factor yang mendukung efektivitas integrasi TIK antara lain : faktor kepimimpinan, pengembangan secara professional, waktu, dan dan cara evaluasi.

            Pemanfaatan TIK juga dalam hal mencari bahan belajar dari sumber-sumber yang asli dan diakui. Dalam menemukan artikel dari jurnal internasional, para peserta didik dapat memperolehnya hanya dengan duduk di depan komputer yang terhubung dengan jaringan internet. Semua informasi tentang ilmu sains dapat tersaji dalam waktu cepat hanya dengan menggunakan fasilitas internet. Bahan belajar yang sudah diperoleh kemudian disalin dan dipindahkan ke dalam USB, dapat juga dengan dicetak langsung sehingga dapat digunakan sebagai bahan pembelajaran.
            TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi lebih relevan, memiliki daya tarik, dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data, menginterpretasikan sebuah model, dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork, 2005)

B.    Keterkaitan ICT dalam lingkup PAUD
           
            Belajar dengan menggunakan Komputer dapat membuat Pendidikan menjadi yang lebih terlatih dan terampil. Secara umum, dalam pembelajaran Komputer dengan hubungannya dengan Anak Usia Dini yang dilakukan untuk berbagai kegiatan :
Ø  Anak Didik dapat menyimpan data.
Ø  Anak Didik dapat mengolah data dengan bantuan Guru atau Tim Pengajar.
Ø  Anak Didik dapat mencapai pembelajaran mendesain Pesan dan Informasi.
Ø  Anak Didik dapat menyajikan Informasi dan Pengetahuan.
Ø  Anak Didik dapat mampu mengkomunikasikan Pesan dan Informasi.
Ø  Anak Didik dapat membuat Teks.
Ø  Anak Didik dapat membuat Kombinasi Gambar.
Ø  Anak Didik dapat mempelajari sistem Informasi dan Komunikasi

            TIK memainkan peranan yang sangat penting dalam mengelola pendidikan sains menjadi  lebih relevan, memiliki daya tarik, dan mampu memberikan motivasi terhadap siswa. TIK juga menawarkan sebuah peluang untuk menghubungkan jurang pemisah antara masyarakat umum dan kalangan akademisi. Siswa melalui TIK mampu belajar bagaimana menemukan data, menginterpretasikan sebuah model, dan sumber-sumber rujukan dari internet yang mengantarkan mereka menjadi sukses baik di sekolah maupun di tempat bekerja. Salah satu keampuhan TIK dalam mengantarkan kesuksesan seorang siswa terkait dalam pelajaran sains adalah bahwa TIK mampu merangsang aspek teoritis dan praktikal dalam pengajaran dan pembelajaran sains (Mork, 2005).



C.   Fungsi dan Peran ICT dalam lingkup PAUD
         
          Dalam Era globalisasi sekarang ini, pemerintah sedang menggalakkan pentingnya pendidikan anak usia dini. Untuk menciptakan generasi-generasi yang lebih unggul, juga nantinya mampu bersaing tinggi kelak ketika mereka dewasa dan juga tidak melupakan nilai-nilai moral dan budaya bangsa Indonesia. Karena anak usia dini merupakan masa golden age. Dimana terbentuknya pertumbuhan dan perkembangan otak pada masa-masa usia dini sekitar 0-8 tahun mencapai 80% pertumbuhan dan perkembangan pada otak manusia. Ibaratnya sebuah spon mereka mampu dan cepat menyerap ilmu atau apapun yang mereka terima, yang diberikan lingkungannya pada masa pertumbuhan dan perkembanganya.

            Akan tetapi kita tidak boleh melupakan tugas dan hak kewajiban anak yaitu bermain sambil belajar. Karena suasana bermain seraya belajar tidak membuat anak merasa ditekan ataupun tertekan pada situasi dan kondisi mereka yang sedang mempelajari diri dan juga lingkungannya. Melainkan anak akan mendapat kemudahan pada proses belajar dalam suasana bermain, menyenangkan dan tanpa tekanan. Itulah sebabnya dikatakan dunia anak adalah dunia bermain.TIK memiliki peranan yang sangat penting dalam sarana dan prasarana pembelajaran. Tujuan pembelajaran TIK pada Anak Usia Dini adalah untuk mengenalkan Tekhnologi Informasi dan Komunikasi. Untuk memudahkan Anak Usia Dini dalam membantu proses belajar dengan cara yang menyenangkan, kreatif, imaginative dengan memakai TIK sebagai sumber belajar, seperti : CD Interaksi yang kini semakin banyak berkembang dalam modifikasi isi dari pembelajarannya. Contohnya, belajar menghitung, belajar membaca, mengenal huruf, mengenal warna, geometri, bentuk benda, mengenal llingkungan, binatang dan tumbuh – tumbuhan serta lainnya. Ada pula games – game yang menyenangkan bagi anak – anak tetapi mempunyai syarat dengan pembelajaran seperti : Puzzle Huruf. Sehingga tanpa disadari anak, mereka belajar banyak mengenal Kosakata dalam Bahasa Inggris dan mereka tahu bagaimana cara menghitung. Pada masa sekarang ini banyak Orang Tua memaksakan anaknya untuk belajar tanpa memikirkan kebutuhan dan hak dalam dunia anak yaitu Bermain. Dengan adanya saran dan prasarana TIK sebagai sumber belajar menjadi pembelajaran yang lebih kreatif. Membuat anak menjadi lebih tertantang untuk bermain sambil belajar.

            Anak – anak Usia Dini sangat cepat dan mudah sekali belajar seraya bermain, terkadang kita sebagai Orang Tua atau juga sebagai Pendidik Anak Usia Dini. Tidak boleh melupakan pengawasan dalam pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar TIK. Agar anak – anak tidak jauh melenceng dari pengenalan pembelajarran yang kita harapkan pada tujuan semula menjadikan TIK sebagai sumber belajar yang cocok dan pantas bagi Anak Usia Dini. Karena sebagaimana kita tau tentang TIK yang memiliki dampak Positif dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak dalam belajar dan juga memiliki dampak Negatif jika kita lengah terhadap pengawasan dalam pembelajaran yang menggunakan TIK. Oleh karena itu, segala sesuatu yang berkaitan dengan perkembangan pembelajaran TIK, anak perlu pengawasan dan pembelajaran yang seimbang dengan jiwa dan kebutuhan pembelajaran, sehingga anaka ataupun peserta didik tidak salah menggunakan pemanfaatan perkembangan Tekhnologi Pembelajaran.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar