Sabtu, 31 Mei 2014

Tugas ketiga "pemanfaatan tik untuk anak usia dini"

Pemanfaatan TIK untuk Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)
Diera modern sekarang ini atau dikenal dengan abad 21, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menjadi pemacu dan pemicu berlangsungnya perubahan yang sangat pesat pada bebagai kehidupan baik individu maupun masyarakat umum. Kemajuan Teknologi telah menembus batas-batas Negara sehingga tidak ada lagi sekat antara satu Negara dengan Negara lain.  Masyarakat tidak lagi terdikotomi pada status kultur dan geografi melainkan telah menyatu dengan komunitas masyarakat Dunia dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mampu memberikan pengaruh besar terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran namun  sayangnya, sejauh ini pemanfaatan TIK bagi pembelajaran masih belum optimal, terlebih untuk anak berkesulitan belajar / anak usia dini
Program PAUD merupakan salah satu program prioritas Depdiknas,  karena pada masa usia PAUD 0 – 6 tahun adalah masa yang paling potensial untuk membangun dan menumbuhkembangkan potensi anak.  Usia dini merupakan usia yang sangat penting bagi perkembangan anak sehingga disebut golden age. Anak Usia Dini sedang dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan yang paling pesat, baik fisik maupun mental. Anak Usia Dini belajar dengan caranya sendiri karena kepribadian mereka belum bisa diatur secara maksimal. Jadi kesabaranlah yang harus diutamakan. Untuk belajar saja biasanya anak merasa cepat jenuh. Karena lebih menyukai bermain dan hal-hal yang menyenangkan. Dengan mengubah mindset belajar dengan menggunakan hasil Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan seperti penggunaan gambar-gambar animasi diharapkan anak bisa menikmatinya serta memperagakannya. Anak biasanya suka melihat gambar-gambar bergerak daripada gambar-gambar diam, bahkan sering menirukan gaya dan suaranya, contoh saja upin-ipin, sponge bob, dan lain-lain
Dari sekian banyak media yang dapat digunakan di lembaga PAUD, film animasi merupakan salah satu media pengajaran hasil IT yang dapat digunakan untuk membantu dalam meningkatkan minat belajar anak. Film animasi merupakan media yang menyajikan pesan audiovisual dan gerak. Oleh karenanya, film memberikan kesan yang impresif bagi penontonnya. Media film ini pada umumnya disenangi oleh anak-anak karena karakter gambar animasi yang menarik. Hamalik (Arsyad. A : 2003 : 15) mengemukakan bahwa kelebihan penggunaan film animasi dalam proses pembelajaran dapat melengkapi pengalaman-pengalaman dasar dari anak ketika bercakap-cakap, tanya jawab dan Iain-lain, menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang bila dipandang perlu. Serta mendorong dan meningkatkan motivasi anak dalam menanamkan sikap dan segi-segi afektif lainnya.
Gambar-gambar dan suara yang muncul pada film yang menampilkan tayangan cerita dalam bentuk animasi kartun juga membuat anak tidak cepat bosan, sehingga dapat merangsang anak mengetahui lebih jauh lagi serta anak-anak didorong untuk mengenal dan mengetahui manfaat teknologi, sekaligus merangsang minat mereka untuk belajar dan antusias terhadap cerita yang ditayangkan pada film animasi khususnya pada proses pembelajaran yang menunjang pendidikannya.
Dengan kesiapan jiwa anak peserta didik dalam menerima perkembangan pembelajaran yang berbasis TIK akan mempermudah pemahamannya. Penggunaan Information and Communication Technology (ICT) hendaknya sesuai dengan kapasitas usia peserta didik sesuai dengan perkembangan pikologisnya. Berdasarkan kenyataan bahwa pada dasarnya pengaruh teknologi terhadap peserta didik memang sangatlah mudah berkembang maka perlu pendidikan berkarakter agar bisa membantu proses pembelajaran sesuai dengan umur peserta didik.
Adapun yang berkaitan dengan model pembelajaran yang berdasarkan TIK sangatlah beperan dalam kelangsungan hidup masa mendatang. Kecerdasan intelektual bukanlah sebab mendasar dalam membangun peradaban, karena peradaban sangat mempengaruhi pemanfaatan dari perkembangan pembelajaran yang berbasis TIK untuk memaksimalkan dan membangun peradaban, maka satu-satunya alasan yang rasional dan universal adalah faktor karakter.
Untuk menyediakan TIK dalam PAUD yang layak anak perlu memperhatikan kesehatan dan keselamatan anak. TIK yang digunakan memperhatikan perkembangan anak. Selain itu pula TIK dalam PAUD memperhatikan waktu yang singkat (10-20 mnt (3thn), 40 mnt (8thn)), serta peralatan dan ruang yang cocok bagi anak.
Untuk menyediakan TIK dalam PAUD yang layak anak, harus memenuhi delapan prinsip untuk menentukan kesesuaian aplikasi TIK yang akan digunakan.
Delapan prinsip dimaksud adalah
(1)   Pastikan tujuan pendidikan
(2)   Mendorong kolaborasi
(3)   Mengintegrasikan dengan aspek-aspek lain dari kurikulum;
(4)    Anak harus berada dalam kontrol
(5)   Pilih aplikasi yang transparan dan intuitif
(6)    Hindari aplikasi yang mengandung kekerasan
(7)    Sadar akan isu kesehatan dan keselamatan; dan terakhir
(8)    Pendidikan mendorong ketertiban orang tua.
Salah satu produk IT yang dapat dimanfaatkan dalam proses belajar – mengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini adalah Internet. Internet ialah jaringan global antar komputer untuk berkomunikasi dari satu lokasi ke lokasi lainnya di belahan dunia (seperti sekolah, universitas, institusi riset, museum, bank, perusahaan bisnis, perorangan, stasiun TV ataupun radio).
•    Peran Internet dalam Dunia Anak
Dunia anak adalah dunia yang paling menyenangkan. Hampir setiap orangtua selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak mereka, terutama kala mereka masih kanak-kanak karena masa anak-anak adalah masa yang paling menentukan dalam proses pertumbuhan psikologis mereka di masa mendatang. Dengan memberikan pendidikan yang tepat kepada anak maka akan dapat diperoleh landasan yang kuat bagi masa depan anak-anak itu.
Media informasi internet merupakan salah satu media yang dapat digunakan untuk mendapatkan informasi yang tepat untuk menetapkan pendidikan yang sesuai bagi anak. Berikut ini beberapa situs Indonesia yang berhubungan dengan pendidikan anak:
a.e-SmartSchool.com Alamat Situs: http: //www.e-smartschool.com. Situs pendidikan anak yang menyajikan informasi-informasi yang bermanfaat bagi anak didik, mulai dari informasi Pengetahuan Komputer, Pengetahuan Umum, Cerita Anak/Dongeng, Pelajaran Sekolah, Konsul-tasi, Seputar Pendidikan, informasi untuk para orangtua, dan contoh-contoh hasil karya. Situs ini juga dilengkapi dengan keanggotaan, sehingga Anda atau anak Anda dapat memasuki member area dengan mendaftar terlebih dahulu sebagai member dan melakukan login. Tersedia juga bank soal untuk materi SD, SMP dan SMU. Karena tampilannya yang cukup menarik, situs ini telah mendapatkan penghargaan sebagai Situs Terbaik Periode 2004-2005 versi Komputer Aktif untuk kategori Pendidikan.
•    Dampak Negatif dan Positif Internet pada Prilaku dan Kehidupan Anak Usia Dini
a.   Dampak Negatif
Anak mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi  pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan  banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet.  Aneka macam materi yang berdampak negatif pun bertebaran di internet. Misalnya: pornografi, kebencian, rasisme, kejahatan, kekerasan, dan sejenisnya dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Berita yang bersifat pelecehan seperti pedafolia, dan pelecehan seksual pun mudah diakses oleh siapa pun. Barang-barang seperti viagra, alkhol, narkoba banyak ditawarkan melalui internet.
b.    Dampak Positif
Internet dapat dimanfaatkan untuk memupuk semangat belajar secara mandiri pada anak, misalnya dengan memanfaatkan software yang menarik untuk menggugah minat anak belajar. Isi atau materi pelajaran yang menarik diharapkan dapat menciptakan suasana belajar yang penuh dengan kegembiraan. Sekaligus menghindarkan anak dari rasa tertekan saat belajar karena menganggap pelajaran sulit dan menakutkan, dan sebagainya.
•    Pengawasan penggunaan Internet pada Anak Usia Dini
Selain pendidik, keterlibatan orang tua dalam mengawasi penggunaan internet merupakan poin penting bagi perkembangan anak. Dengan adanya pengawasan dari orang tua anak dapat lebih terbimbing ke arah yang lebih positif, diantaranya :
1.    Jangan Melarang
2.    Memberi Pengertian
3.    Menjadi Gerbang Teknologi
4.    Mengakomodasi kesenangan anak
5.    Letakkan komputer di  ruang umum.
6.    Selalu memberikan bimbingan keagamaan kepada anak.
7.    Memotivasi anak untuk terus belajar

 p

Tidak ada komentar:

Posting Komentar